22 June 2010

Bagaimana Cara Melempar Boomerang


Pengenalan
Langkah pertama dalam belajar melempar boomerang adalah untuk membeli boomerang yang benar (bisa bekerja)! Banyak "boomerang" yang dijual di toko mainan, toko-toko wisata atau souvenir, dll tidak dibuat dengan benar dan tidak akan pernah kembali bahkan jika dilempar dengan benar. Belilah Boomerang dari pembuat yang bereputasi, yang tahu tentang Boomerang. Perlu diketahui bahwa ada Boomerang untuk tangan kanan dan tangan kiri.. (pelempar kidal mungkin tidak akan berhasil dengan Boomerang tangan kanan) Pedoman melempar tercantum di bawah ini. Diasumsikan bahwa Anda seorang pelempar tangan kanan.

Petunjuk Keselamatan


- Ikuti petunjuk yang ada atau yang tercantum pada Boomerang Anda.
- Lemparkan hanya dalam area (lapangan) dengan ruang yang cukup dan bebas dari orang, mobil, dll
- Pakailah pelindung mata ketika melempar.
- Jangan pernah melempar dalam kondisi angin yang kuat atau kencang.
- Jangan pernah melemparkan secara horizontal (sidearm).
- Anak-anak yang melemparkan boomerang, harus dengan pengawasan orang dewasa.


Anatomi Boomerang


Sambil belajar untuk melempar, akan sangat membantu untuk memahami beberapa terminologi dasar Boomerang. Setiap Boomerang berbilah dua terdiri dari dua sayap atau lengan yang dihubungkan dengan siku. Sewaktu Boomerang berputar, sayap pertama atau depan dikenal sebagai sayap depan (leading wing) atau sayap angkat. Sayap kedua disebut sebagai sayap belakang (trailing wing) atau sayap turun. Masing-masing sayap, seperti sayap pesawat terbang, berbentuk seperti sebuah airfoil, tebal di bagian depan dan meruncing ke arah belakang. Bagian depan sayap disebut tepi depan (leading edge) sementara ujung belakang disebut tepi belakang (trailing edge).


Arah Lemparan


arah angin sangatlah penting untuk keberhasilan lemparan Boomerang. Untuk menentukan arah angin, lemparkan beberapa rumput atau pasir ke udara atau menggunakan pita angin atau indikator. Kemudian hadaplah ke arah angin dan berputar sekitar 45 derajat ke kanan angin (45 derajat ke kiri jika Anda kidal). sudut ini dapat sangat bervariasi untuk Boomerang yang berbeda. Beberapa Boomerang (seperti Boomerang MTA- Maximum Time Aloft) dapat dilempar langsung ke arah angin, beberapa Boomerang (seperti Boomerang Fast Catch) dapat dilempar dari sudut 90 derajat menjauhi angin.


Cara Memegang Boomerang


Pegangan Jepit (Pinch Grip): Ada dua cara utama untuk memegang Boomerang. Gunakan metode mana yang terasa tepat untuk Anda. Banyak pelempar menggunakan grip yang berbeda untuk berbagai jenis Boomerang. Salah satu pilihan adalah dengan menggunakan pegangan “jepit” (pinch grip). Buatlah kepalan dan jepit Boomerang di antara ibu jari dan jari telunjuk. Ingatlah untuk memegang Boomerang dengan sisi melengkung (biasanya sisi cat) menghadap Anda dan sisi datar (biasanya sisi tidak dicat) menjauh dari Anda. Anda bisa memegang Boomerang dengan menggunakan sayap depan atau sayap belakang.


Pegangan Pensil (Pensil Grip): Cara lain untuk memegang Boomerang adalah dengan menggunakan pegangan "pensil". Peganglah Boomerang seperti Anda akan memegang pensil. Jepit Boomerang antara ibu jari dan jari tengah Anda dan tempatkan jari telunjuk Anda di tepi Boomerang sebagaimana ditampilkan di gambar. Seperti halnya pegangan jepit, pegang dengan sisi lengkung Boomerang menghadap Anda dengan sayap depan ataupun belakang.


Kemiringan (Layover)


Boomerang selalu dilemparkan dengan posisi vertikal atau berdiri (overhand), tidak pernah horizontal atau tidur (sidearm). Kebanyakan Boomerang harus dilempar dengan sedikit sudut kemiringan dari posisi vertikal sebasar 10 sampai 30 derajat. sudut ini disebut sebagai "layover." Bayangkan lengan Anda dan Boomerang seperti jam tangan pada jam, Boomerang pada posisi jam 1 untuk pelempar tangan kanan. Jumlah kemiringan yang dibutuhkan bervariasi pada beberapa tipe Boomerang. Jika Boomerang dilemparkan pada posisi vertikal terlalu cepat, mungkin dapat menabrak tanah. Sebuah Boomerang dilempar dengan kemiringan terlalu banyak (sidearm) akan naik tinggi ke udara dan menghujam dengan keras ke tanah.

Ketinggian


Kebanyakan Boomerang harus dilempar dengan sedikit sudut ke atas. Biasanya, sebagian besar Boomerang akan dilempar dengan sudut 10-20 derajat di atas horison (cakrawala). Ingatlah arah angin, kemudian pilihlah obyek yang jauh untuk sasaran. Obyek tersebut bisa saja puncak gunung, bagian atas pohon, atau tiang bendera dan gunakan ini sebagai titik sasaran. Sambil belajar untuk melempar, kembalilah ke posisi awal lemparan setiap kali anda melempar sehingga Anda akan mengetahui titik ini sebagai acuan. Anda kemudian akan memiliki titik acuan untuk melempar lebih tinggi, lebih rendah, lebih ke kiri, atau ke kanan.

Lemparan


Ingatlah arah angin dalam pikiran dan pastikan bahwa lapangan bebas dari orang, sehingga Anda siap untuk melempar. lempar vertikal (seperti melempar bola kasti) ke arah titik acuan Anda, gertakkan pergelangan tangan Anda saat Anda melempar untuk memberikan efek putaran yang lebih besar, seperti gerakan mencambuk. Jangan terlalu khawatir ketika melepaskan Boomerang tersebut; Boomerang akan cenderung untuk menarik dirinya dari tangan Anda saat Anda melempar. Sebuah Boomerang yang benar, ketika dilemparkan akan berbelok ke kiri (kanan untuk kidal), naik untuk kemudian berputar kembali, lalu berputar perlahan (hover) ketika kembali ke pelemparnya. Jika Boomerang yang naik tinggi ke udara dan jatuh ke tanah, Anda melemparkannya terlalu datar (terlalu banyak "kemiriangan"). Lempar lebih vertikal.

Koreksi Arah angin


Jika Boomerang Anda secara konsisten mendarat terlalu jauh ke kiri, Anda mungkin melemparkan terlalu dekat ke arah angin. lemparkan lebih ke kanan. Jika Boomerang Anda secara konsisten mendarat terlalu jauh ke kanan Anda, Anda mungkin terlalu jauh melempar dari arah angin. Lemparkan lebih ke kiri.

Menangkap


Latihanlah melemparkan Boomerang Anda berulang-ulang sebelum Anda mencoba untuk menangkapnya. Sehingga anda tahu perilaku Boomerang dan kemana dia akan mendarat. Jangan pernah mencoba untuk menangkap Boomerang yang datang terlalu cepat pada Anda. Ketika dilempar dengan benar, umumnya Boomerang akan turun perlahan (hover) pada akhir penerbangan mereka. Sewaktu Boomerang turun perlahan pada Anda, letakkan satu tangan di atas dan satu tangan di bawah Boomerang dan tepuklah tangan Anda untuk menjepit Boomerang tersebut. Ketika Anda telah terbiasa dengan perilaku Boomerang, Anda dapat mencoba menangkap dengan satu tangan atau menangkapnya dengan berakrobat (trick catch).


Source/Sumber: Vermont Boomerang Association


3 comments:

  1. Permisi, saya minta ijin untuk copy paste tulisan di blog ini untuk memasyarakatkan bumerang di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Silahkan, bebas untuk di sebar-luaskan. Jangan lupa mencantumkan sumbernya. Terima kasih

    ReplyDelete
  3. Kalo di surabaya tempat yg bagus buat latihan boomerang dimana?

    ReplyDelete